Kenapa Aku Keberatan Dipanggil “Kakak”? 23 Nopember 2009
Posted by pejantantanggung in Tak Berkategori.add a comment
Ada perasaan tak enak dalam hatiku kalau orang-orang yang lebih muda dariku memanggilku “kakak”. Aku lebih senang dipanggil “abang”. Lebih senang lagi kalau dipanggil “mas” atau “kangmas”, karena sesuai tradisi Jawa (walau aku bukan Jawa), apabila orang yang lebih tua memanggil kita dengan sebutan “kangmas”, artinya orang tersebut respect terhadap kita. Tapi aku tetap keberatan kalau dipanggil “kakak”. Ada dua alasan :
- Dalam perbendaharaan kata bahasa Melayu asli, kata “kakak” hanya digunakan untuk memanggil perempuan yang lebih tua dari kita, tetapi masih sepantaran. Tentu saja karena aku lelaki, aku keberatan dipanggil “kakak”. Kata bahasa Melayu yang benar untuk memanggilku adalah “abang”. Entah mengapa dalam bahasa Indonesia, entah laki-laki entah perempuan dua-duanya disebut “kakak”, dengan membedakan antara “kakak laki-laki” dan “kakak perempuan”. Padahal jelas salah. Aku sedang mencari penjelasannya lebih lanjut. Sedangkan di Malaysia, kata “abang” dibakukan.
- Sebagai orang yang terlahir dari keluarga Batak Toba, sudah tradisi adik-adikku memanggilku “abang”. Kata “abang” dan “kakak” memang semakin sering dipakai di dalam masyarakat Batak, walaupun bahasa Batak juga memiliki kata yang tepat, yaitu “angkang” (baca : akkang) untuk abang/kakak sejenis kelamin, dan “iboto” untuk abang/kakak ataupun adik yang berbeda jenis kelamin. Untuk adik sejenis kelamin, pakailah kata “anggi”.
Demikianlah kenapa aku keberatan dipanggil “kakak”. Waktu aku SMA, kalau adik kelas memanggilku “kakak”, aku langsung bilang “Tolong ya, jangan panggil aku ‘kakak’, aku kurang enak hati,”. Tapi kalau dipanggil “abang”, “aa” (di Jawa Barat), “kangmas”, atau “koko” (di kalangan orang Tionghoa), aku tak keberatan, karena padanannya pas. Begitu juga untuk siapapun yang menyapaku, mohon dengan sangat, jangan panggil aku “kakak”.
Kasus KPK, Siapa yang Bersalah? 2 Nopember 2009
Posted by pejantantanggung in Tak Berkategori.2 comments

Akhir-akhir ini kasus KPK tengah menjadi bahan percakapan menarik di antara masyarakat. Kasus ini dimulai dari ditahannya Ketua KPK Antasari Azhar karena diduga ia telah menjadi dalang pembunuhan Nasruddin Zulkarnain, seorang pengusaha yang mati ditembak di dalam mobilnya setelah bermain golf. Nah, dalam masa penahanannya itu Antasari membuat sebuah testimoni yang menyatakan bahwa petinggi KPK telah menerima suap dalam penanganan salah satu kasus dugaan korupsi.
Sejak itulah polisi mengadakan penyidikan lebih lanjut di dalam KPK, dan tak lama kemudian menahan dua orang petinggi KPK iaitu Bibit Samad Riyanto (disingkat BSR) dan Chandra Hamzah (CH). Dengan ditahannya dua petinggi KPK itu, maka otomatis kepemimpinan KPK kosong. Kosong melompong! Dan sudah pasti koruptor menari-nari. Baru setelah itu diangkatlah pelaksana sementara ketua KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean.
Apakah masalah selesai? Belum. Tak lama kemudian beredarlah transkrip pembicaraan yang mengindikasikan adanya rekayasa dalam kriminalisasi BSR dan CH. Yang makin membuat resah, nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono disebut-sebut dalam rekaman itu. Presiden pun berbicara, tetapi dianggap tidak menyelesaikan masalah. Sedangkan masyarakat menginginkan kasus ini diusut secara tuntas agar kerja KPK dalam mengusut kasus korupsi tidak berhenti di tengah jalan.
Masalah semakin pelik ketika polisi tetap bertekad untuk menahan petinggi KPK. Masyarakat pun menyalahkan polisi dan berniat melawan polisi. Sebagian orang mengumpamakan konflik antara KPK dengan polisi sebagai perang antara “cicak” lawan “buaya”. Saat presiden bertindak, presiden diumpamakan sebagai “biawak”. Ada-ada saja. Lihatlah gambar pada postingan di atas.
Polisi pun berbicara ketika keadaannya makin tersudut. Kapolri Jenderal Bambang Hendarso mengungkapkan, semua yang kepolisian lakukan adalah bagi membesarkan KPK, dan tidak pernah ada konflik yang berarti antara polisi dengan KPK. Ditambahkannya, media dan masyarakat jangan menaruh stigma negatif kepada Polri, karena Polri tengah berbenah. Memang kita tahu bahwa Polri sudah lama dicap sebagai instansi paling korup di Indonesia.
Bagiku pribadi, pasti ada pihak yang memasang jebakan. Ia tak suka kerja KPK semakin baik, karena jika kerja KPK baik maka korupsi makin tak boleh bergerak bebas. Memang kita dilarang untuk berburuk sangka, tapi apa salahnya kita menaruh curiga, karena dengan curiga itulah kita bisa berwaspada.
Sebagian temanku menyalahkan Presiden dan menganggapnya dalang dari semua ini. Presiden tak boleh disalahkan di sini, tapi hendaknya beliau konsisten dan ikut mendukung pengusutan. Bukan justru mempersulit masalah. Jika kasus ini semakin lama semakin ditunda penyelesaiannya, bukan tidak mungkin akan ada kekuatan rakyat yang menuntut Presiden mundur.
Jadi siapa yang salah? Hanya Tuhan yang tahu. Mari kita semua memohon petunjuk kepadaNya. Hanya kepadaNya saja kita berlindung…
Sumpah Pemuda dan Sumpahku Sebagai Pemuda 28 Oktober 2009
Posted by pejantantanggung in Tak Berkategori.Tags: sumpah pemuda 2009
2 comments

SUMPAH PEMUDA
- KAMI PUTERA DAN PUTERI INDONESIA MENGAKU BERTUMPAH DARAH YANG SATU, TANAH AIR INDONESIA
- KAMI PUTERA DAN PUTERI INDONESIA MENGAKU BERBANGSA YANG SATU, BANGSA INDONESIA
- KAMI PUTERA DAN PUTERI INDONESIA MENJUNJUNG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA
Dan aku sebagai pemuda Indonesia berjanji akan :
- Menuruti perintah orang tuaku, guruku, dan semua orang yang berada di atasku, sesuai dengan adat resam bangsa Indonesia
- Belajar dengan rajin dan sungguh-sungguh demi mewujudkan Indonesia yang cerdas dan inovatif
- Rajin beribadah dan menaati segala firmanNya sebagai cerminan bangsa Indonesia yang berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, sesuai sila pertama pada dasar negara kita
- Mencintai produk-produk karya negeri sendiri dan lebih sering serta lebih bangga menggunakan produk-produk dalam negeri
- Menjaga kebersihan lahir batin dan lingkungan demi mewujudkan bangsa Indonesia yang bersih agar tidak dipermalukan oleh negara luar
- Menjalankan tradisi asli bangsa Indonesia tanpa umbul-umbul luar dalam siklus kehidupan manusia mulai dari kelahiran hingga kematian
- Mencintai kebudayaan asli bangsa Indonesia, entah makanan, pakaian, ataupun adat resam, selain sebagai bentuk kecintaan kita sebagai bangsa Indonesia juga sebagai bentuk proteksi agar kebudayaan kita tak diakui semena-mena oleh negara luar
- Memberi makan orang miskin dan orang-orang terlantar karena masih banyaknya kaum yang menderita di negara kita
- Membantu dan memberdayakan seluruh korban bencana alam tanpa fikir panjang dan tanpa tebang pilih, mengingat negara kita memang harus diakui sebagai negara rawan bencana dan negara cincin api
- Menjadi kawan bagi sesama dan melakukan kerjasama, tanpa memandang suku atau agama yang dianutnya, di tengah keberagaman bangsa Indonesia
- Siap mengerahkan seluruh tenaga dan kekuatan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia dari ancaman penjajahan, baik penjajahan oleh negara lain maupun penjajahan oleh kemiskinan, kebodohan, kekufuran, kemunafikan, dan kemudharatan
untuk mewujudkan INDONESIA SATOE yang lebih baik!
Perkenankanlah aku untuk bersyair:
Wahai pemuda-pemudi bangsa
Mengabdilah bagi negara
Jika sudah terbuat budi dan jasa
Rasa kebangsaan akan membara
Masa depan negara ada padamu
Bahtera negara dalam kemudimu
Singsingkan lengan dan bajumu
Wujudkanlah semua impian bagi bangsamu
Surat untuk Presiden yang Baru… 20 Oktober 2009
Posted by pejantantanggung in Tak Berkategori.add a comment

Ampun Tuanku, sembah patik harap diampun…
Untuk kedua kalinya Tuanku menjadi presiden kembali. Sungguh merupakan suatu kebahagiaan di mana setelah reformasi 1998, muncul lagi presiden yang menjabat lebih dari 1 masa jabatan. Dan untuk kedua kalinya pula, Tuanku harus bekerja lebih ekstra lagi dalam mengasuh jutaan rakyat di Indonesia ini dengan berbagai latar belakangnya, dan patik termasuk salah satunya.
Sebagai seorang pemimpin yang penuh kearifan, bolehlah kiranya patik menyampaikan harapan-harapan patik yang mungkin boleh mewakili harapan dari seluruh bangsa Indonesia yang akan Tuanku pimpin kembali. Patik menginginkan keadaan dan situasi yang membahagiakan bagi Indonesia. Patik amat menginginkan Indonesia yang seperti dulu. Indonesia yang tenang, damai, tanpa kacau balau. Apalagi dengan begitu banyak kejadian tidak mengenakkan di negara kita ini, seperti kasus korupsi, terorisme, kriminalitas, narkoba, dan sebagainya. Kiranya pula Tuanku dapat melakukan kerja bersama dengan para datuk menteri yang telah Tuanku tunjuk sendiri demi mewujudkan Indonesia yang makmur.
Pada periode ini Tuanku mendapatkan kawan yang baru. Setelah sebelumnya bekerja dengan Jusuf Kalla, kali ini Tuanku akan bekerjasama dengan Boediono. Kiranya dapatlah Tuanku bekerjasama dengan lebih baik lagi untuk mewujudkan seluruh cita-cita yang telah Tuanku sampaikan selama kampanye, yang membuat patik mempercayakan Tuanku kembali memimpin Indonesia ini.
Kiranya Tuhan memberikan limpahan rahmat dan petunjuk bagi Tuanku dalam memimpin bangsa ini. Perkenankanlah Tuanku menerima surat tulisan patik ini.
Ampun Tuanku, sembah patik harap diampun…
Bandung, 20 Oktober 2009
pejantantanggung.blogdetik.com
Mewakili seluruh bangsa Indonesia
Batik, Model Fashion Terbaru??? 2 Oktober 2009
Posted by pejantantanggung in Tak Berkategori.add a comment

Bandung lebih berwarna hari ini. Mungkin Indonesia juga. Bukan tanpa alasan. Hari ini dicanangkan sebagai Hari Batik Sedunia sempena dengan didaftarkannya batik asli Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia. Atas dasar itulah, Presiden SBY menghimbau segenap masyarakat untuk memakai batik pada hari ini. Himbauan itu juga terpampang di papan pengumuman kampusku. Banyak mahasiswa di kampusku memakai baju batik hari ini. Sebagian tdak memakainya, mungkin karena tak sempat membawa batik dari kampung halaman, atau tidak punya baju batik sehelai pun.
Sebenarnya aku sudah sering memakai baju batik sedari dulu. Namun, batik yang kupunya berbahan dasar katun, bukan sutera, sehingga tidak panas. Batiknya pun lengan panjang, bukan lengan pendek. Biasanya batik kupakai pada acara-acara formal. Batik yang kupunya kubeli dari berbagai tempat, seperti di ITC Mangga Dua Jakarta, Pasar Klewer Solo, atau Pasar Beringharjo Yogyakarta. Sebagian juga dari Cirebon dan Pekalongan, sentra batik terkenal.
Zaman sekarang, anak-anak muda mungkin sudah mulai meninggalkan batik. Alasannya batik hanya cocok untuk orang tua, tidak cocok untuk anak muda. Ternyata sekarang revival atau kebangkitan batik mulai muncul. Beberapa desainer terkemuka dunia mulai mendesain model fashion yang mengandung unsur batik, tetapi cocok untuk anak muda. Bahkan, sudah banyak kedai distro di Bandung yang menampilkan baju-baju distro dengan motif batik.
Masalahnya, banyak orang berfikiran sempit bahwa batik itu berasal dari Jawa. Tidak juga. Batik juga terdapat di tempat-tempat lain, termasuk batik Jambi yang terkenal dengan keindahan motifnya, lain dengan batik Jawa yang motifnya filosofis. Begitu juga batik Kalimantan dan batik Papua yang indah. Batik-batik di luar Jawa inilah yang kurang diangkat di skala nasional dan global.
Tak dapat dipungkiri, batik adalah warisan budaya bangsa yang harus dijaga. Bukan hanya menjaga, tetapi juga bangga memakainya. Siapa tahu saja batik bisa menjadi tren fashion global. Pada hari inilah, sejarah mencatat, kebangkitan batik dimulai dengan masuknya batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia…
Duka di Ranah Minang 1 Oktober 2009
Posted by pejantantanggung in Tak Berkategori.add a comment
Bumi kembali bergoncang. Belum selesai derita kita atas korban gempa di Jawa Barat, kini gempa pun terjadi di Sumatera Barat. Tuhanku, apa yang Kau inginkan atas semua ini?
Tak main-main, korban tewas diperkirakan mencapai 200 jiwa, sedangkan ribuan rumah hancur dan banyak di antaranya rata dengan tanah. Sebelumnya gempa dikabarkan berpotensi tsunami, tetapi isu tersebut tidak berlaku. Warga sangat panik dan berusaha menyelamatkan diri. Sungguh ironis.
Tadi siang aku makan di rumah makan padang dan aku berbicara sedikit dengan pemilik rumah makan, katanya banyak saudaranya di Padang yang rumahnya hancur. Sampai aku makan di sana tadi siang ia masih menunggu kabar dari Padang. TV di sana pun menayangkan berita gempa. Rencananya akhir pekan ini dia akan pulang ke Padang untuk mengunjungi keluarganya. Beberapa temanku di kampus yang berasal dari Padang pun sempat panik, tetapi syukurlah keluarganya selamat.
Sungguh, kita semua tak mengerti apa yang Tuhan inginkan saat ini. Namun yang pasti, rencanaNya selalu indah, kita saja yang tak menyadarinya. Untuk dunsanak di Ranah Minang, tetaplah tegar dalam menghadapi cobaan ini. Kami akan memberikan bantuan yang terbaik untuk Kalian.
Rumoh Makan Raja Melayu… 28 September 2009
Posted by pejantantanggung in Tak Berkategori.add a comment
Bandung memang semakin plural. Sampai-sampai di kota yang tiada sangkut pautnya dengan Tanah Melayu ini pun telah berdiri rumah makan Melayu yang bertajuk “Raja Melayu”. Sebenarnya aku telah sering mendengar rumah makan ini, tetapi karena uang yang aku punya cukup terbatas, aku hanya bisa menunggu sampai orang tuaku bisa datang ke Bandung.
Di papan namanya tertulis “Rumoh Makan Raja Melayu”. Dari mana si pemilik rumah makan ini mendapat ilham untuk menulis “rumoh”? Setahuku, kata rumoh untuk kata rumah hanya terdapat di bahasa Aceh dan bahasa Melayu Kelantan. Entahlah, jangan terlalu dipersoalkan. Setelah itu, terdapat tulisan (kalau aku tak silap) “Masakan Sumatera, dari Aceh sampai Lampung”. Tulisan ini pun membuat aku heran, karena bumi orang Melayu hanya berasal dari Aceh Temiang sampai Pulau Belitong, ditambah Riau Kepulauan, Tanah Semenanjung, dan Kalimantan Barat.
Sekali lagi, jangan terlalu dipersoalkan. Yang penting nikmatilah makanan dan suasananya. Tak sadar kalau kami masih ada di Bandung, karena berada di dalam rumah makan serasa berada di Pekanbaru atau Tanjung Pinang. Ornamen Melayu yang indah, pelayan-pelayan dengan baju teluk belanga dan baju kurung, juga iringan musik khas Melayu, membuat suasananya semakin nyaman, selesa (cakap orang Malaysia).
Bagaimana dengan makanannya? Wah, Melayu betul! Ada gulai (gulainya banyak, ada ayam, limpa, tunjang, usus, dan sebagainya), ayam panggang, asam pedas patin, pindang, sup, dan sebagainya. Tentu saja pedas, dan nikmat sekali! Makanan penutupnya adalah roti canai dengan kari ayam. Roti canai sendiri hanya dibuat di Tanah Melayu, salah besar kalau orang mengatakan roti canai berasal dari India, walaupun pembuatnya adalah orang Mamak atau Chulia (orang India yang telah menikahi penduduk tempatan dan memeluk Islam). Selain roti canai, ada pula roti jala. Di Pulau Jawa sangat sulit mencari 2 jenis roti ini.
Kami puas, dengan menikmati makanan di Raja Melayu, tak perlu jauh-jauh ke bumi bertuah bagi mencari kelezatan masakan Melayu, karena di Bandung pun ada. Biar sudah mendapat cupang, jangan lupakan si ikan pari. Biar sudah di rantau orang, jangan lupakan masakan kampung sendiri…
(Recommended) Meraih Mimpi… 25 September 2009
Posted by pejantantanggung in Tak Berkategori.add a comment

Semalam aku sempatkan menonton “Meraih Mimpi” di 21 Cineplex Mal Kelapa Gading. Aku penasaran, terlebih di saat gaung promosinya seperti ini, seperti apakah sebenarnya film yang digadang-gadang sebagai animasi terbaik karya bangsa Indonesia ini?
Ternyata, kami puas. Memang film ini sangat direkomendasikan untuk ditonton. Nak budak-budak kah, remaja kah, tua-tua kah, semua patut menonton film animasi ini. Jerih payah para animator, kru-kru, dan para pengisi suara film ini pun terbayar sudah. Para pembeli karcis yang jumlahnya banyak pun membentuk antrian teratur, demi menyaksikan kisah pada film ini.
Tapi jangan kuceritakanlah semua kisah film itu di blog ini, nanti kamu jadi tak senang menontonnya. Intinya, film ini bercerita tentang bagaimana sebuah keluarga mesti bertahan hidup di bawah tangan penguasa, dan bagaimana si keluarga beserta jiran-jirannya berjuang menumpas sang penguasa tersebut.
Pengisi suaranya pun bukan orang sebarang orang. Ada Gita Gutawa dengan suara merdunya, Patton “Idola Cilik”, Surya Saputra, Cut Mini, Uli Herdinansyah, Jajang C Noer, dan lainnya. Dengan musik yang menarik, candaan para tokoh-tokohnya, serta alur cerita yang baik, membuat film ini patut ditonton. Tontonlah sebelum menonton itu dilarang…
Salam Idul Fitri… 19 September 2009
Posted by pejantantanggung in Tak Berkategori.add a comment
Akhirnya tibalah Hari Lebaran
Hari yang Penuh Kemenangan
Selamat Bagi yang Merayakan
Maafkanlah Segala Kesalahan
Hari Itu Pun Tibalah Sudah
Idul Fitri nan Penuh Berkah
Ampun Maaf atas Segala Salah
Mari Kembali Menuju Fitrah


Akhirnya Noordin Mat Top Pun Mati… 18 September 2009
Posted by pejantantanggung in Tak Berkategori.1 comment so far
Di sebuah rumah kecil di Solo, jejak perburuan Noordin Mohammad Top pun usai sudah. Ia berhasil dibunuh tim Densus 88 di rumah persembunyiannya, bersama 3 tersangka terorisme yang lain.
Ini adalah kerja yang bagus oleh Densus 88. Saya ucapkan tahniah atas tewasnya Noordin Mat Top dan semoga arwahnya disiksa di api neraka. Teruskan perjuanganmu, Polri, I Love You Full…
Ini beritanya :
http://www.youtube.com/watch?v=4M5cP5_os08
